welcome

Selasa, 08 Maret 2011

Menganalisis budaya politik di indonesia

I.I mendeskripsikan pengertian budaya politik
* pengertian budaya politik
         istilah politik berasal dari kata polis yang berarti negara atau kota, sehingga istilah politik menunjukkan hubungan khusus antara manusia yang hidup bersamanya.
         Menurut Almond dan Verba, budaya politik merupakan suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam baginya. orientasi yang bersifat individual ini tidak berarti dalam memandang sistem politiknya kita menganggap masyarakat akan cenderung bergerak ke arah individualisme. jauh dari anggapan yang demikian, pandangan ini melihat aspek individu dalam orientasi hanya sebagai pengakuan akan adanya fenomena dalam masyarakat yang secara keseluruhan tidak dapat melepaskan diri dari orientasi individual.
* Tipe budaya politik
a. budaya politik parokial, yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif.
b. budaya politik kaula, yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju tetapi masih bersifat pasif.
c. budaya politik partisipan, yaitu budaya politik yang di tandai dengan kesadaran politik sangat tinggi.
* Macam budaya politik
a. budaya politik elit (terdiri dari kaum pelajar sehingga memiliki pengaruh dan lebih berperan dalam pemerintah) dan budaya politik massa (kurang memahami politik sehingga mudah terbawa orang)
b. menurut Hebert felth, sistem politik di indonesia di dominasi oleh budaya politik aristokrat jawa dan wiraswasta islam
c. menurut c.geertz di indonesia terdapat budaya politik priyayi, santri , dan abangan.
* Budaya politik masyarakat indonesia
- indonesia menganut budaya politik yang bersifat parokial kaula di satu pihak dan budaya politik partisipan di pihak lain
- sikap ikatan primodalisme masih sangat mengakar dalam masyarakat indonesia
- masih kuatnya paternalisme dalam budaya politik indonesia.

I.2 Menganalisis tipe-tipe budaya politik yang berkembang dalam masyarakat indonesia
- Budaya politik parokial (parochial political culture)
1. individu tidak mengharapkan apapun dari sistem politik
2. tidak ada peranan politik yang bersifat khas dan berdiri sendiri
3. biasanya ada pada masyarakat tradisional
- Budaya politik subjek (subject political culture)
1.tidak ada keinginan untuk menilai
2. masyarakat dan individunya telah mempunyai perhatian dan minat terhadap sistem politik
- Budaya politik partisipan
1. merupakan tipe budaya yang ideal
2. individu dan masyarakat nya telah mempunyai perhatian.
- Budaya politik subjek parokial
1. cenderung menganut sistem pemerintah sentralisasi
2. telah mengembangkan kesetiaan terhadap sistem politik yang lebih komplek dengan struktur pemerintah pusat yang bersifat khusus.
- Budaya politik subjek partisipan
1. sebagian masyarakat telah mempunyai orientasi input yang bersifat khusu dan serangkaian pribadi sebagai seorang aktivis.
- Budaya politik parokial partisipan
1. berlaku di negara-negara berkembang yang masyarakatnya menganut budaya dalam struktur politik parokial
2. tetapi untuk keselarasan di perkenalkan norma-norma yang bersifat partisipan.

I.3 Mendeskripsikan pentingnya sosialisasi pengembangan budaya politik
* makna sosialisasi kesadaran politik
- menurut M. Taopan, kesadaran politik (political awwarnes) merupakan proses bathin yang menampakan keinsyafan pada setiap warga negara akan pentingnya urusan kenegaraan dalam kehidupan bernegara.
- masyarakat harus mendukung pemerintah mengingat kompleks dan beratnya beban yang harus di pikul para penyelenggara negara
- kesadaran politik dapat terwujud salah satunya melalui sosialisasi politik
* Fungsi partai politik
sebagai sarana:
a. pendidikan politik bagi anggota dan masyarakat luas agar menjadi warga negara indonesia yang sadar akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat
b. penciptaan iklim yang kondusif bagi persatuan dan kesatuan bangsa indonesia untuk kesejahteraan masyarakat.
c. penyerap, penghimpun, dan pengatur aspirasi politik masyarakat dalam merumuskan dan menetapkan ekbijakan negara
d. partisipasi politik warga negara indonesia
e. rekrutmen politik dalam proses pengisian jabatan politik melalu mekanisme demokrasi dengan memerhatikan keseteraan dan keadilan gender.

I.4 Menampilkan peran serta budaya politik partisipan

         Budaya politik partisipan adalah satu jenis budaya politik bangsa. budaya politik partisipan dicirikan dengan adanya orientasi yang tinggi terhadap semua objek politik, baik objek umu, input , output, serta pribadinya sendiri selaku warga negara. pelaksanaan budaya politik partisipan juga dapat di terapkan oleh seorang pelajar di lingkungan sekolah.
*jenis-jenis partisipasi politik:
- partisipasi politik di negara demokrasi = di tunjukkan di berbagai kegiatan
- pattisipasi politik di negara otoriter
- partisipasi politik di negara berkembang
* faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi politik masyarakat:
- faktor sosial ekonomi = kondisi sosial ekonomi tingkat pendapatan, tingkat pendidikan dan jumlah keluarga
- faktor politik , amstein S.R peran serta politik masyarakat di dasarkan kepada politik untuk menentukan suat produk akhir.

catatan:

- rekruitment : mengajak orang untuk mengikuti hal-hal kegiatan politik
- komunikasi politik : menyalurkan anspirasi politik, dan anspirasi itu sendiri datang dari keinginan individu
- sosialisasi : penanaman pendidikan melalui formal (sekolah) atau pun informal (keluarga, media massa, teman)
- konfontansi : mempertemukan kedua pihak yang sedang berselisih untuk di adu domba, sehingga menimbulkan tekanan.

0 komentar:

Poskan Komentar